Wednesday, July 8, 2009

Buku = Belahan Jiwaku Yang Lain ( Award Lagi )


Akhirnya ada waktu juga untuk mengerjakan PR dari Yunna oh iya, sebelumnya terima kasih banyak atas award yang sangat menggugah semangat Ge untuk berkarya lagi, walaupun saat ini masih terbagi- bagi pikirannya karena beberapa hal ^^;

Buku bagi Ge seperti belahan jiwa yang lain, sejak Ge bisa mambaca lancar, Ge sudah sangat menyukai dunia baca membaca.

Banyak inspirasi yang Ge dapat dari membaca buku, tidak salah kalau buku adalah jendela dunia.

Ge juga sangat ingin menjadi seorang penulis dan bisa menerbitkan buku sendiri, walaupun temanya non-fiksi, sekarang masih dalam proses, doakan saja semoga bisa cepat rampung :p

Obat yang paling mujarab untuk Ge bila sedang bosan, tentu saja buku,tidak pernah bosan untuk membaca.

Buku yang menjadi kegemaran Ge saat ini adalah Tetralogi Laskar Pelangi dan tetap Harry Potter.

Tapi sebenarnya apapun temanya Ge suka- suka aja kok, karna memang dasarnya doyan baca jadi yang penting ada tulisan pasti Ge baca he he...

Award dan PR-nya ini mau Ge bagi untuk siapa saja yang berkunjung ke blog-nya Ge, sebagai tanda terima kasih Ge, semoga silahturahmi diantara kita tetap terjalin baik.

PR-nya gampang kok, cuma bercerita tentang buku bagi kita.

Selamat mengerjakan PR dan sukses untuk kalian ^_^


Monday, July 6, 2009

Belahan JIwaku...


Aku melihatnya terbaring lemah, selang infus menggantung disisinya, setetes demi setetes cairan itu mengalir masuk melalui jarum ditangannya.

Aku duduk disisinya, memandanginya sambil terus mengucap doa, semoga TUHAN berkenan memberinya kesembuhan.

Bibirnya pucat, matanya tak lagi bersinar, perih rasanya hatiku mendengar erangannya menahan pusing dan panas tubuhnya.

Hampir air mata ini tak kuasa tertahan lagi saat melihatnya menggigil dan panasnya semakin meninggi, ku belai lembut rambutnya sambil terus berdoa, " TUHAN, tolong dia, kuatkan dia ya TUHAN, beri dia kesembuhan."

Tak kuasa mata ini terpejam walau sesaat, seandainya saja aku bisa menggantikannya, setidaknya aku lebih kuat menahan rasa sakit dan jarum suntik yang menembus kulit.

Rasanya separuh jiwaku ikut terbaring bersamamu, cepatlah sembuh sayangku, ingin kulihat ceriamu lagi.


Dapat lagi...


Hi semua....setelah beberapa hari tidak beredar di dunia per-bloggeran akhirnya Ge muncul lagi ke dunia he he he.
Beberapa hari ini memang banyak urusan diluar blog yang harus dikerjakan, ditambah lagi belahan jiwa sedang terbaring sakit.
Ah..kalau ingat itu rasanya sedih, ga ingin rasanya sedetikpun beranjak dari sisinya.
Tak pernah berhenti mengucap doa semoga TUHAN beri kesembuhan, ga tega lihat dia terbaring lemah seperti itu.
Tapi di balik itu semua, masih ada kebahagiaan yang Ge dapat, salah satunya award dari sahabat Ge Dinda
Semoga dengan bertambahnya award dari sahabat Ge ini, Ge bisa semakin bersemangat menuangkan ide2x yang ada dalam otak Ge, sukses juga untuk Dinda
Terima kasih untuk award yang kreatif ini, dengan senang hati Ge mau berbagi ceria ini untuk sahabat2x Ge, seperti syarat yang Dinda kasih untuk award ini.
Diambil ya sobat awardnya :
1. Delia
2. Irmasenjaque
3. Kang Semar
4. Yunna
5. Voila & Dewi
Syaratnya mudah kok, cukup bagi award ini ke 5 sahabat terbaik kamu.
Sukses untuk semuanya (^^;)


Saturday, June 27, 2009

Puisiku...


Hembusan angin malam perlahan membelaiku,
Meniupkan semilir angin ke dalam rongga jiwaku,
Kosong terasa tanpa hadirmu,
Disudut malam aku selalu menanti,
Lembut sapamu menyentuh hatiku,
Hangat dekapmu selalu mampu mengusir dingin yang pilu,
Sentuhan kecupmu bagai hujan dimusim kemarau membasahi jiwa,
Namun, perlahan tapi pasti,
Luka perih yang ku tanam membawamu pergi,
Dan aku disini, masih menunggumu,
Didalam ruang yang kau tak lihat lagi,
Dalam acuhmu yang menambah rindu,
Sebaris doa yang ku ucap dalam bayang malam,
Semoga esok mentari akan membawamu kembali.


Thursday, June 25, 2009

Untuk Siapa...


Meresapi lirik lagu ini membuat hati Ge bergetar, semoga yang disana tau, ini semua hanya untuk dia



Ada hati yang patah dan itu hatiku

Rasanya nyawa ini tak ada karnamu

Keinginan hatiku di repak mataku

Sayangnya kau belum juga merasa


Reff:

Kau pikir aku ada di sini untuk apa

Kau kira sejauh ini ku datang untuk siapa

Sangat ingin ku katakan ini untukmu


Kau pengaruh terpenting di dalam hidupku

Entah apa ku juga terpenting bagimu

Oh keinginan hatiku, oh di depan mataku

Sayangnya kau belum juga merasa


Repeat Reff


Untukmu..

Untukmu..


Ini untukmu..

Untukmu.. Ooo ooo ooo



Kau pikir aku ada di sini untuk apa

Kau kira sejauh ini ku datang untuk siapa

Kau rasa kulakukan apa pun untuk siapa

Sangat ingin ku katakan ini untukmu

Untukmu..

Untukmu..

Ini untukmu..



Lirik Lagu Lirik Lagu Shanty Feat Donee - Untuk Siapa dipersembahkan oleh

Wednesday, June 24, 2009

Setelah sekian lama.....


Akhirnya setelah beberapa hari ini disibukan dengan kegiatan diluar per-bolggeran (hehehe), Ge bisa kangen- kangenan dengan blog tersayang ini. Maaf ya teman- teman bila beberapa hari ini Ge tidak sempat berkunjung ketempat kalian, dan sekarang....akhirnya waktu sedikit luang itu datang ^o^
Hem...akhir- akhir ini Ge perhatikan banyak yang menjadi mellow, kebanyakan sih karena kasus cinta, oh cinta lagi cinta lagi. Ge juga sempat tuh terkena mellow sindrom, emang ya cinta itu ada aja ulahnya.

Inget kalo pas lagi jatuh cinta, rasanya seneng terus sampai senyum- senyum sendiri ga karuan. Tapi pas tiba saatnya patah hati atau ada masalah, wuih...sakitnya rasanya minta ampun dech. Ge juga bingung sih sebenarnya, apa sih maunya cinta? Sampai- sampai Ge dibuatnya ga bisa ngeluarin ide buat nulis hffgggg. Mungkin yang salah bukan cintanya tapi orang yang menjalaninya, hem..cari panduan cara mencintai yang baik dan benar dulu ah (hehehe).

Kadang kita sudah merasa kalau kita mencitai sepenuh hati, tulus ikhlas lagi, tapi ada aja yang kurang, masih salah juga. Memang sih setiap pertemuan selalu ada perpisahan, tapikan menyedihkan juga kalau harus putus cinta. Cinta itu ga bisa memilih, dan cinta punya jalannya sendiri. Bagi yang lagi bimbang dan patah hati, tetep semangat ya, jangan menyerah ayo kita bangkit, karena cinta itu sebenarnya tidak menyakitkan, cinta hanya memberikan pelajaran agar kita semakin kuat. Bagi yang sedang jatuh cinta, selamat ya, hargailah cinta dan jangan biarkan dia pergi dengan penyesalan.

Yuk jadikan hidup kita penuh cinta, cinta yang universal, biar dunia ini semakin indah (^^;)

*Huff...jadi kangen sama si dia


Monday, June 15, 2009

Firasat...


“ Mel, hati- hati ya, semalam aku mimpi ga enak tentang kamu, pokoknya hati- hati aja deh.” Kata- kata itu masih tergiang jelas di telingaku. Tadi pagi mas Andi kepala bagianku menghampiriku dan tiba- tiba saja berkata seperti itu. Saat aku tanya mimpi apa, dia hanya menjawab,” Ya pokoknya hati- hati aja deh, dalam satu dua hari ini, soalnya aku pernah mimpi yang sama dan kejadian.”

Memang aku sedikit mengacuhkannya, aku anggap hanya becanda biasa, tetapi saat aku tertawa kecil mas Andi justru berkata,” Eh, kok malah ketawa, beneran ini aku ga lagi bercanda.” Dengan tampangnya yang serius itu aku sempat termakan juga. “ Aduh, ada apa ya kira- kira?” Pikirku dalam hati, apa lagi nanti sepulang kantor aku dan orang tuaku berniat bergi keluar kota, aku jadi cemas juga.


Pikiran tentang kata- kata mas Andi cukup membuatku gelisah dan bertanya- tanya. Tetapi aku coba berusaha berpikir positif, mungkin itu hanya bentuk perhatian agar aku lebih berhati- hati lagi. Aku berdoa dalam hati, semoga aku dihindarkan dari mara bahaya dan jika memang TUHAN berkehendak lain, biarlah diwaktu yang masih ada ini aku membahagiakan orang tua dan orang- orang yang ada disekitarku.

Ada sedikit rasa takut bila firasat mas Andi itu benar. Masih banyak yang belum aku lakukan untuk membalas budi orang tuaku, aku belum cukup menyenangkan dan membuat mereka bangga. “Semoga waktuku masih cukup untuk memberikan yang terbaik sebelum aku benar- benar pergi.” ah, apa yang kupikirkan, kenapa jadi terlalu serius begini, bisa saja itu hanya mimpi biasa, aku juga sering bermimpi tentang kematian dan kenyataannya itu hanya bunga tidur biasa.

Kulihat jam di tanganku, sudah semakin dekat waktunya pulang, semakin dekat juga waktu untuk bepergian bersama orang tuaku. Aku masih terpengaruh oleh kata- kata mas Andi. Berkali- kali aku berdoa dalam hati, mencoba menghilangkan pikiran- pikiran negatif dari dalam otakku. Aku berusaha untuk menunjukan wajah ceria dan bersemangat dari tadi, setidaknya bila aku benar- benar pergi, teman- temanku bisa mengenang saat- saat terakhir bersamaku dengan indah, ah mulai lagi.

Setengah jam berlalu, dan sekarang aku sedang di dalam mobil bersama orang tuaku. Aku terus berdoa semoga perjalanan kami ini diberi kelancaran dan dihindarkan dari mara bahaya, aku sebenarnya takut jika harus mati sekarang, dosaku masih banyak, ah, harus cepat- cepat bertobat nih, pikirku lagi.

Ini semua membuat aku tidak tenang menikmati perjalanan ini. Aku memang punya masalah dengan caraku berkomunikasi dengan orang tuaku, sering kali kami bersitegang dalam mengungkapkan pendapat. Sejak tadi aku berusaha menurunkan emosiku, dan mencoba berbicara dengan lembut agar lebih enak didengar, aku tidak mau menyakiti hati orang tuaku lagi, biar dosa- dosaku juga diampuni, ah, seharusnya dari dulu aku lakukan ini.

Sepanjang perjalannan hingga tiba dirumah kembali, aku berusaha menjadi anak yang manis. Aku berjanji dalam hati, meskipun nanti aku tidak jadi mati, aku akan tetap menjadi anak yang manis bagi kedua orang tuaku dan orang- orang disekitarku. Mungkin selama ini sikapku sering menyakiti mereka, tetapi aku berjanji aku akan berubah.
Aku beranjak tidur dengan perasaan cemas masih menghantuiku, bagaimana bila besok pagi aku tidak bisa membuka mata ini, bagaimana bila besok pagi aku bisa melihat tubuhku sendiri sedang terbaring kaku ditempat tidur ini? Ah, lagi- lagi, sebaiknya aku tidur saja, besok masih banyak pekerjaan menunggu.

Suara alarm membangunkanku, rupanya sudah pagi. Aku buka mata dan melihat sekeliling, aku masih hidup, ya aku masih hidup. Masih bisa kurasakan detak jantungku, masih bisa kurasakan hembusan nafasku. Segera aku mengucap syukur pada TUHAN karena masih diberi kesempatan untuk bisa menikmati hari ini.

Bergegas aku bersiap- siap untuk berangkat kekantor. Setidaknya hari ini aku merasa lebih bersemangat menjalani hari. Aku merasa menjadi lebih ringan, aku melakukan segala sesuatunya dengan lebih ceria, walaupun sebenarnya aku punya masalah tetapi aku lebih bisa mengatasinya dan tidak melimpahkannya pada orang lain.

Sekali lagi aku bersyukur, dengan peringatan yang diberikan TUHAN lewat mimpi mas Andi. Setidaknya sekarang aku bisa lebih menghargai waktu dan tidak mau lagi menyia- nyiakan waktuku untuk membahagiakan dan memberikan yang terbaik untuk orang- orang yang aku sayangi, selagi aku masih bisa. Mulai saat ini aku akan menjadi lebih baik lagi, aku sadar bahwa manusia bisa setiap saat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, aku tidak akan membuang waktu yang masih diberikan- Nya padaku.

Saturday, June 13, 2009

Because I love you


Seseorang akan melakukan apapun demi orang yang dia cintai, akan mengorbankan apapun demi orang yang di cintai.

Tidak peduli halangan menghadang dan rintangan membentang, mungkin samuderapun akan disebrangi dengan berenang.

Tidak peduli walau sakit, perih, menghujam jantung, walau air mata mengering, semua hanya karena satu alasan.

Banyak orang dilanda cinta, bayak juga pilihan cinta, salahkah jika cinta hanya ingin bertahan?


Thursday, June 11, 2009

Si Manis dan Mak'e


Orang memanggilnya Mak’e, bukan karena usiannya yang renta bukan pula karena ke ibuannya. Tidak ada yang tahu siapa nama aslinya, dari mana asalnya, siapa keluarganya dan datang dari mana. Orang- orang hanya tahu sudah lama dia ada disitu. Sebutan Mak’e muncul kerena setiap kumat dia pasti berteriak- teriak menyebut- nyebut “ Mak’e..mak’e..mak’e..” sampai membikin bising. Dia memang bukan orang normal pada umumnya, kejiwaannya terganggu.

Dan si manis, entah dari mana juga datangnya, milik siapa dan siapa induknyapun orang tak mau ambil pusing. Si manis hanyalah kucing liar yang suka berkeliaran dan meminta makan sana- sini, kadang pula dia mencuri ikan atau daging untuk memuaskan perutnya. Walaupun kadang si manis senang bermanja- manja di kaki orang hanya sekedar untuk mencari perhatian agar diberi sebuah bakso yang sedang disantap, tak sedikitpun orang- orang berniat untuk memungutnya dan memeliharanya.


Tampaknya nasib Mak’e dan si manis hampir sama, sama- sama tidak dipedulikan dan dibuang orang. Mereka dijauhi dan dianggap hanya pengganggu. Tidak ada yang mau mendekat untuk sekedar mengasihani yang ada hanya caci maki dan pandangan sinis, “ Huh dasar orang gila”. atau, “ dasar kucing nakal.” Setiap kali mereka mendekat, orang- orang pasti langsung menjauh, tidak segan- segan mengusir dengan gertakan, dan yang paling parah, siraman air bekas cucian piring.

Mungkin kesamaan nasib itu yang membuat mereka akrab. Si manis tampak manja di kaki Mak’e, meliuk- liukan tubuhnya mengelilingi kaki yang satu ke kaki yang sebelahnya lagi, Mak’e pun tampak menikmati setiap belaian bulu kucing liar itu. Mereka tampak kompak, dimana ada Mak’e pasti si manis mengikuti, begitu juga sebaliknya. Mak’e menghadiahi si manis sebuah kalung dari kain perca bekas, si manis dengan bangga memakainya walaupun itu bukan emas permata.

Setiap Mak’e mengais- ngais sampah untuk sekedar mencari makanan bekas, pasti Mak’e berbagi dengan si manis makanan yang didapatnya itu. Si manis juga sebaliknya, setelah dia puas makan ikan hasil curian di warung pojok, si manis tidak lupa membawa pulang satu ikan curian untuk mak’e. Mereka tidak peduli dengan pandangan dan cibiran orang, bagi mereka inilah dunianya, itulah cara mereka menikmati hidup dan kedamaian.

Saat mereka tidak mendapatkan makanan sedikitpun, mereka tetap kompak. Si manis yang memang tidak tahan lapar terus saja mengeong- ngeong sambil berputar- putar mengelilingi Mak’e yang terduduk dengan tatapan kosong. Mak’e mengelus- ngelus kepala si manis, kemudian si manis terdiam dan duduk disamping Mak’e, seolah dia mengerti bahwa hari ini mereka harus berpuasa, tidak ada makanan sisa.

Seorang yang terganggu jiwanya saja bisa mempunyai rasa toleransi dan kasih sayang pada sesama ciptaan TUHAN, mengapa kadang kita yang masih bisa berpikir waras justru saling menjatuhkan dan membenci. Mungkin kita menertawakan Mak’e dan si manis, tetapi siapa yang tahu kalau Mak’e dan si manis justru sedang menertawakan kita yang tidak bisa berdamai dengan sesama, yang selalu mencari keributan dan ingin menang sendiri.

Alangkah indahnya hidup damai dan berdampingan.

Wednesday, June 3, 2009

Mata Itu....


Mata kecil itu terus memandangku. Setiap aku berbalik memandangnya, wajahnya tertunduk malu- malu. Ditengah hiruk pikuk pesta, tatapannya mampu mengalihkan perhatianku. Gemerlap lampu sorot dan laser yang menari- nari tak mampu mengalahkan tajamnya sorotan mata kecil itu, begitu mempesonaku. Mata beningnya sungguh sangat indah.

Dia datang sebelum aku. Kebetulan meja kami bersebelahan. Saat aku datang, dia sedang asik menikmati hidangan ringan pembuka. Tangan kecilnya tampak asik bermain dengan kue- kue kecil itu, mamanya yang menyodorkan sendok berisi kue didepan bibir mungilnya tak dihiraukannya.

Sesaat aku sadar, ada seseorang yang menarik hatiku disampingku. Aku menyapa gadis kecil itu. Namanya sama denganku, sempat membuat hatiku bergetar saat pertama mendengar namanya dulu, usianya belum genap empat tahun. Mamanya adalah kawan baikku semasa sekolah dulu. Sejak awal, ada sesuatu yang membuatku tertarik pada gadis kecil ini. Entah apa.

Aku biarkan dia menikmati hidangannya. Aku hampir larut dengan suasana pesta saat aku merasa ada seseorang sedang mengawasiku. Aku palingkan wajahku, gadis kecil itu sedang asik memandangiku dari balik kursi. Tubuhnya hanya lebih tinggi beberapa senti dari kursi pesta, kepalanya tampak menyembul lucu dengan dua kuncir menghias rambutnya.

Aku tersenyum, dia tampak tersipu. Aku menyapanya, dia hanya diam. Dia kembali pada mamanya, aku kembali pada pesta. Tiba- tiba aku merasa seperti ada yang menggoyang- goyang kain penutup kursiku. Aku melihat kebelakang, ternyata gadis kecil itu sedang asik bermain dengan pita penghias kursi pesta. Aku tersenyum gemas padanya, dia tampak malu- malu, lalu melepaskan pita itu dan kembali pada mamanya.

Sepertinya gadis kecil itu ingin mencari perhatian, tetapi sayangnya dia selalu malu- malu. Dia kembali memandangiku dari balik kursi. Aku mencoba menyapanya lagi. Kini dia tidak semalu tadi. Pertanyaanku dijawabnya dengan gelengan kecil. Rambutnya yang dikucir kuda tampak bergoyang- goyang lucu, sungguh sangat menggemaskan.

Pesta mulai memasuki acara hiburan. Para panari tampak asik bergoyang meliuk- liukan tubuhnya mengikuti irama musik. Tetapi gadis kacil itu sedang asik memandangiku dari balik kursi. Tampaknya tari- tarian itu tidak menarik untuknya. Entah apa yang membuatnya betah memandangiku. " Itu lihat, tarianya bagus ya?" Aku berkata padanya, dia berpaling sejenak, melihat panggung tempat penari- penari tampil, lalu kembali pada mamanya.

Acara hampir sampai pada puncaknya, berarti waktunya untuk pulang, mataku sudah lelah. Ada sedikit rasa berat untuk mengakhiri pesta ini, karena itu berarti aku harus berpisah dengan mata kecil yang indah itu.

Tetapi tidak ada pilihan lain, acara memang sudah selesai. Tampak satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan ruang pesta. Akupun beranjak, kusapa gadis kecil itu untuk berpamitan, dia hanya diam sambil terus memandangiku dengan matanya yang seterang bintang, ah...ingin sekali aku memeluknya. Mungkin dulu kedatangannya kedunia ini sempat tidak diharapkan, karena belum waktunya. Dalam hatiku aku berdoa semoga kelak dia bisa menjadi anak yang manis dan pastinya bisa mewujudkan cita- cita orangtuanya yang tertunda. Sorotan mata itu janganlah padam, teruslah berpijar menerangi dunia ini.